Kembali di 8
ORGANITATION, di episode sebelumnya. Firza dan kawan-kawannya bertemu dengan
Wanita misterius dan mereka terus memikirkan Wanita itu sehingga istirahat
mereka menjadi terganggu, tetapi Firza & Irfan menyuruh agar tetap Fokus
kepada Seleksi ke-2.
Bagaimana cerita berikutnya? Simak cerita di
bawah ini!
Seleksi ke-2
Di
tempat penginapan Tim Seven Light...
“hey, Firza! Cepat sedikit!” bentak Tia kepada Firza agar
cepat-cepat menyiapkan berang nya.
“sabar!” bentak Firza juga kepada Tia.
(di depan Gerbang Penginapan Firza keluar
dengan membawa Tas kecil)
“Ayo!” kata Firza sambil tersenyum.
Setelah
Firza dan kawan se-Timnya sampai di tempat Seleksi...
“Baiklah! Ini dia Seleksi ke-2 atau Seleksi
terakhir!” teriak Panitia yang kepalanya Botak dengan Heboh.
“ di Seleksi terakhir ini, kalian akan
bertarung dengan Anggota Tim lainnya dan kalian akan bertarng di dalam Arena
Setengah Lingkaran besar ini sehingga Orang tidakbisa melihat kalian bertarung”
teriak Panitia yang berambut tipis berwarna Merah memberi tahu kepada Peserta
Seleksi
“dan Pertarungan ini di mulai dari sekarang!”
teriak Panitia yang Botak.
“Pertarungan Pertama, Firza VS Rido”
“Soni VS Dark Chio”
“Willson VS Iqbal”
“Chairunisa (nama dari ‘Wanita Misterius’) VS
Tia”
“Warni VS Yuni”
“Ira VS Meliza”
“Hulqi VS Wahyu”
“Irfan VS AL-Awy”
“Laka VS Faisal”
“Zikri VS Putra”
“Dwiky VS Roy”
“Yoga VS Rizki”
“Irfan (Buleq) VS Engki”
“Habibi VS Aulia”
“Novita VS Firda”
“Rahayu VS Gunawan”
“Julius VS Refsti”
“Monthy VS Nurjannah”
“Yusniar VS Indah”
“Bintang VS Rame”
“Immanuel VS Widya”
“Wira VS Angguini”
“Diana VS Kristin”
“Inul VS Sutari”
“hell VS Dila”
“Ok itu saja, karena sisa dari 7-1 All Star
mendapatkan ‘Kupon keselamatan’” kata Panitia yang berambut tipis.
“Kupon Keselamatan?” tanya Firza kepada Irfan.
“ntahlah, aku tidak tahu.” jawab Irfan.
“OK! Pertandingan pertama dimulai”
(Firza VS Ridho)
“Tangan Sang Penjaga Neraka!” Rido langsung
menyerang Firza tapi Firza menangkis jurus Rido dengan jurus “Ombak Air!”.
(Rido muncul di sebelah kanan Firza dan
berhasil melukai Firza dengan Jurus
Tangan Sang Penjaga Neraka)
“Huh huh huh...” Firza kesakitan dan kepanasan
karena jurus Rido berhasil melukai tangan kanan Firza.
“bagaimana rasanya?” ejek Rido kepada Firza.
“...” Firza diam.
“?” Rido terkejut karena Firza semakin lama
seperti Es mencair.
“kau rasa saja sendiri!” kata Firza yang muncul dari belakang Rido
secara tiba-tiba dan langsung menyerang nya dengan “Jurus Cakar Laut”.
“Aaaaaa!!!” teriak Rido kesakitan karena
tangan kirinya di potong oleh Firza dari belakang.
“Sakitkan?” tanya Firza yang bermaksud
mengejek Rido.
(Rido mengeluarkan Pisau dari saku kirinya
tanpa sepengetahuan Firza)
“Mati kau!” Rido menusukkan Pisaunya kepada
Firza.
(darah menetes dari bagian perut Firza)
(Posisi: Firza Berdiri dengan tangan kanan
memegang perut yang berdarah dan Rido Membungkuk seperti orang merangkak)
(tangan kiri Firza kearah Rido)
“Lingkaran Air” kata Firza mengeluarkan
jurusnya.
(Rido terperangkap di dalam lingkaran Air)
(Firza melepaskan Rido yang hampir kehabisan
nafas)
“aku menyerah...” kata Rido yang sudah
kehabisan nafas.
“Good Boy” ejek Firza.
“Pemenangnya adalah Firza!” teriak Panitia
yang Botak.
“Baiklah, pertandingan selanjutnya kita mulai
sebentar lagi” panitia yang berambut tipis memberi tahu.
Di ruang istirahat Tim Seven Light...
“sepertinya pertarungan kalian nanti sangat
berat” kata Firza kepada Tia, Irfan, Hulqi dan Warni.
“aku tahu itu” kata Irfan dengan kedua tangan
saling menggenggam.
“Tia, waspadalah pada Wanita misterius yang
bernama Chairunnisa itu. Dia bisa saja menang melawamu” Firza memberi tahu.
“aku rasa aku akan kalah melawan nya” kata Tia
putus asa.
“hey, aku rasa kau tidak perlu ketakutan
karena dia pasti punya kelemahan” kata Hulqi menyemangatkan Tia.
“Hulqi benar,pasti wanita itu punya kelemahan.
Jadi kau tenang saja” kata Warni yang juga ikut menyemangatkan Tia.
“Pertandingan yang selanjutnya dimulai,
diharapkan semua Peserta Seleksi datang menonton” kata Panitia yang berambut
tipis memberi tahu.
D i
arena pertarungan..
“baiklah! Mulai!” kata Panitia yang botak.
“kau tidak akan bisa mengalahkan ku” ejek Dark
Chio.
“Oh ya? Wow” Soni mengejek balik.
“Jurus Serigala Gelap” Dark Chio mengeluarkan
Jurusnya.
(Soni mengelak dengan cepat)
“ bagaimana dengan ini? Borgol kegelapan” Dark
Chio mengeluarkan jurusnya lagi.
(Soni tidak bisa mengelak)
“...! apa ini?” kata Soni yang sedang di
Borgol oleh Kegelapan.
“Borgol kegelapan, tidak bisa membuat orang
yang terkena bergerak. Hebat, kan?” kata Dark Chio dengan bangga.
(Borgol Kegelapan retak)
“! Kenapa bisa retak?” tanya Dark Chio kepada
dirinya sendiri.
“Tangan ku bukan tangan biasa, ini adalah
tangannya para Ksatria Suci” kata Soni kepada Dark Chio.
“Matilah kau, Dark Chio!” teriak Soni.
“Sial!” kata Dark Chio yang sudah putus asa.
“Tinju Penusuk Iblis!” Soni mengeluarkan
Jurusnya dari tangannya.
(Dark Chio di tinju dan langsung tergeletak di
atas tanah)
“pemenangnya, Soni!” teriak Panitia yang
Botak.
Di
tempat istirahat...
“sepertinya pertarungan mu dengan Iqbal akan seru” kata
Soni kepada Wilson.
“ belum tentu” ucap Wilson dengan serius.
“pertandingan akan dimulai ½ menit lagi” kata
Panitia yang Botak memberi tahu.
Di arena pertarungan...
“Kau akan kalah” kata Iqbal yang bermaksud
menurunkan semangat Wilson.
“banyak BacoT!” ucap Wilson sambil berlari
kearah Iqbal dengan Pistolnya.
“Dor!” suara pistol Willson yang mengarah ke
Iqbal.
“hanya segitu saja?” ejek Iqbal dengan bangga
karena bisa menghindar dari peluru yang keluar dari Pistol Willson.
“tentu saja tidak” jawab Wilson dengan kedua
tangan yang saling menggenggam.
“Jurus tanah ‘Guci Tanah Sang Pelahap Api’”
Willson mengeluarkan jurusnya.
(beberapa Guci muncul dari bawah tanah dan
mengelilingi Iqbal)
(dan Guci-guci tersebut mengeluarkan api dari
lubangnya)
“WuuuAAAh! Panas!” teriak Iqbal yang sedang
kepanasan karena tubuhnya terbakar oleh Api.
(Iqbal terjatuh dan kalah)
“Willson menang!” teriak Panitia yang berambut
tipis mengumumkan.
Setelah
Willson keluar dari arena...
“tidak lama, kan?” ucap Willson dengan bangga
kepada Soni.
Di ruang
istirahat Tim Seven Light...
“berhati-hati lah” ucap Irfan menasihatkan
Tia.
“ya, aku tahu” kata Tia tanpa ada rasa cemas.
“Pertandingan akan segera di mulai” Panitia
yang Botak memberi tahu.
Di arena
pertarungan...
(Tia menyiapkan Pistolnya ke arah Chairunnisa)
“Pistol tidak akan bisa melukai ku” ucap
Chairunisa.
“!” wajah Tia ketakutan karena melihat
sesuatu.
Tidak lama kemudian...
“pemenangnya Chairunnisa!” teriak Panitia yang
Botak.
(Tia tidak ada di dalam Arena)
“ di mana?” tanya Firza dalam hatinya.
Di ruang
istirahat...
“Warni, selanjutnya dirimu” Hulqi memberi
tahu.
“hm...” Firza duduk seperti memikirkan
sesuatu.
“Za, ada apa?” tanya Irfan kepadaFirza.
“Aneh, kenapa Tia tidak keluar-keluar?”tanya Firza
kepada teman se-Tim nya.
“Ntahlah, aku juga bingung” kata Irfan sambil
membuka Botol Air minum.
(Irfan minum)
“Pertandingan akan dimulai” kata Panitia yang
berambut tipis.
Di arena
pertarungan...
“Mulai!” ucap Panitia yang Botak.
“Aroma Bunga Raflesia”kata Warni sambil
melibaskan tali berupa cambuk (asal Bau Raflesia)
“dia tidak ke Bau-an” ucap Warni dalam
hatinya.
(Yuni muncul di depan Warni dengan cepat)
“ Mati kau!” bisik yuni kepada Warni sambil
menusukkan berupa Suntik-an ke Warni.
“Warni kalah, Yuni lah pemenangnya!”teriak
Panitia yang berambut tipis.
Tidak
lama kemudian, pertandingan Ira dengan Meliza dimulai dan di menangkan oleh
Meliza...
Di arena
pertarungan...
“Mulai!”
“Bazooka!” teriak Hulqi sambil menembakkan
Bazooka nya ke arah Wahyu.
(Wahyu membelah Peluru Bazooka Hulqi dengan
Pedang nya yang besar)
“ dia membelahnya?” tanya Hulqi kepada dirinya
sendiri.
“sekarang aku yang akan membelah mu” ucap
Wahyu berlari dengan Pedangnya.
(Tubuh Hulqi terkena goresan besar dan
mengeluarkan darah yang banyak)
“Sa..kit” ucap Hulqi sambil memegang perutnya
yang terluka.
“pemenangnya Wahyu!”
“Pertandingan selanjutnya akan segera di mulai
besok karena hari ini sudah malam sekali” kata Panitia yang Botak memberi tahu.
Di
jalan. Firza dan Irfan berjalan ke arah penginapan...
“besok aku tidak menonton, ya? Soalnya aku mau
menjenguk Warni dan Hulqi” kata Firza yang sedang memegang Botol Air Minum.
“ya, aku tidak marah kau tidak melihatku
bertarung” jawab Irfan.
Setelah
sampai ditempat penginapan...
“Fan, mandinya cepat ya” kata Firza kepada
Irfan yang sedang berada di dalam kamar mandi.
“ya 3x” ucap Irfan.
Setelah
Irfan siap mandi, Firza pun langsung masuk ke dalam kamar mandi...
“Fan, setelah Seleksi ini selesai, cari Tia
yuk?” kata Firza sambil menyiram badannya dengan air.
“Ok!” kata Irfan yang sedang menonton Bola
Kaki di TV.
(Firza keluar dari kamar mandi dan langsung
berpakaian)
(Firza membuka pintu)
“ mau kemana kau?” tanya Irfan.
“cari udara segar di luar” jawab Firza.
Di atas
gedung penginapan, Firza duduk di sebuah Batu seperti memikirkan sesuatu...
“dimana kau, Tia?” tanya Firza sambil melihat
langit.
Bersambung


Tidak ada komentar:
Posting Komentar