Rabu, 14 November 2012

Eps.2 seleksi ke-2


Kembali di 8 ORGANITATION, di episode sebelumnya. Firza dan kawan-kawannya bertemu dengan Wanita misterius dan mereka terus memikirkan Wanita itu sehingga istirahat mereka menjadi terganggu, tetapi Firza & Irfan menyuruh agar tetap Fokus kepada Seleksi ke-2.
Bagaimana cerita berikutnya? Simak cerita di bawah ini!
Seleksi ke-2

Di tempat penginapan Tim Seven Light...
“hey, Firza! Cepat  sedikit!” bentak Tia kepada Firza agar cepat-cepat menyiapkan berang nya.
“sabar!” bentak Firza juga kepada Tia.
(di depan Gerbang Penginapan Firza keluar dengan membawa Tas kecil)
“Ayo!” kata Firza sambil tersenyum.
Setelah Firza dan kawan se-Timnya sampai di tempat Seleksi...
“Baiklah! Ini dia Seleksi ke-2 atau Seleksi terakhir!” teriak Panitia yang kepalanya Botak dengan Heboh.
“ di Seleksi terakhir ini, kalian akan bertarung dengan Anggota Tim lainnya dan kalian akan bertarng di dalam Arena Setengah Lingkaran besar ini sehingga Orang tidakbisa melihat kalian bertarung” teriak Panitia yang berambut tipis berwarna Merah memberi tahu kepada Peserta Seleksi
“dan Pertarungan ini di mulai dari sekarang!” teriak Panitia yang Botak.
“Pertarungan Pertama, Firza VS Rido”
“Soni VS Dark Chio”
“Willson VS Iqbal”
“Chairunisa (nama dari ‘Wanita Misterius’) VS Tia”
“Warni VS Yuni”
“Ira VS Meliza”
“Hulqi VS Wahyu”
“Irfan VS AL-Awy”
“Laka VS Faisal”
“Zikri VS Putra”
“Dwiky VS Roy”
“Yoga VS Rizki”
“Irfan (Buleq) VS Engki”
“Habibi VS Aulia”
“Novita VS Firda”
“Rahayu VS Gunawan”
“Julius VS Refsti”
“Monthy VS Nurjannah”
“Yusniar VS Indah”
“Bintang VS Rame”
“Immanuel VS Widya”
“Wira VS Angguini”
“Diana VS Kristin”
“Inul VS Sutari”
“hell VS Dila”
“Ok itu saja, karena sisa dari 7-1 All Star mendapatkan ‘Kupon keselamatan’” kata Panitia yang berambut tipis.
“Kupon Keselamatan?” tanya Firza kepada Irfan.
“ntahlah, aku tidak tahu.” jawab Irfan.
“OK! Pertandingan pertama dimulai”
(Firza VS Ridho)
“Tangan Sang Penjaga Neraka!” Rido langsung menyerang Firza tapi Firza menangkis jurus Rido dengan jurus “Ombak Air!”.
(Rido muncul di sebelah kanan Firza dan berhasil melukai Firza  dengan Jurus Tangan Sang Penjaga Neraka)
“Huh huh huh...” Firza kesakitan dan kepanasan karena jurus Rido berhasil melukai tangan kanan Firza.
“bagaimana rasanya?” ejek Rido kepada Firza.
“...” Firza diam.
“?” Rido terkejut karena Firza semakin lama seperti Es mencair.
“kau rasa saja sendiri!”  kata Firza yang muncul dari belakang Rido secara tiba-tiba dan langsung menyerang nya dengan “Jurus Cakar Laut”.
“Aaaaaa!!!” teriak Rido kesakitan karena tangan kirinya di potong oleh Firza dari belakang.
“Sakitkan?” tanya Firza yang bermaksud mengejek Rido.
(Rido mengeluarkan Pisau dari saku kirinya tanpa sepengetahuan Firza)
“Mati kau!” Rido menusukkan Pisaunya kepada Firza.
(darah menetes dari bagian perut Firza)
(Posisi: Firza Berdiri dengan tangan kanan memegang perut yang berdarah dan Rido Membungkuk seperti orang merangkak)
(tangan kiri Firza kearah Rido)
“Lingkaran Air” kata Firza mengeluarkan jurusnya.
(Rido terperangkap di dalam lingkaran Air)
(Firza melepaskan Rido yang hampir kehabisan nafas)
“aku menyerah...” kata Rido yang sudah kehabisan nafas.
“Good Boy” ejek Firza.
“Pemenangnya adalah Firza!” teriak Panitia yang Botak.
“Baiklah, pertandingan selanjutnya kita mulai sebentar lagi” panitia yang berambut tipis memberi tahu.
 Di ruang istirahat Tim Seven Light...
“sepertinya pertarungan kalian nanti sangat berat” kata Firza kepada Tia, Irfan, Hulqi dan Warni.
“aku tahu itu” kata Irfan dengan kedua tangan saling menggenggam.
“Tia, waspadalah pada Wanita misterius yang bernama Chairunnisa itu. Dia bisa saja menang melawamu” Firza memberi tahu.
“aku rasa aku akan kalah melawan nya” kata Tia putus asa.
“hey, aku rasa kau tidak perlu ketakutan karena dia pasti punya kelemahan” kata Hulqi menyemangatkan Tia.
“Hulqi benar,pasti wanita itu punya kelemahan. Jadi kau tenang saja” kata Warni yang juga ikut menyemangatkan Tia.
“Pertandingan yang selanjutnya dimulai, diharapkan semua Peserta Seleksi datang menonton” kata Panitia yang berambut tipis memberi tahu.
D i arena pertarungan..
“baiklah! Mulai!” kata Panitia yang botak.
“kau tidak akan bisa mengalahkan ku” ejek Dark Chio.
“Oh ya? Wow” Soni mengejek balik.
“Jurus Serigala Gelap” Dark Chio mengeluarkan Jurusnya.
(Soni mengelak dengan cepat)
“ bagaimana dengan ini? Borgol kegelapan” Dark Chio mengeluarkan jurusnya lagi.
(Soni tidak bisa mengelak)
“...! apa ini?” kata Soni yang sedang di Borgol oleh Kegelapan.
“Borgol kegelapan, tidak bisa membuat orang yang terkena bergerak. Hebat, kan?” kata Dark Chio dengan bangga.
(Borgol Kegelapan retak)
“! Kenapa bisa retak?” tanya Dark Chio kepada dirinya sendiri.
“Tangan ku bukan tangan biasa, ini adalah tangannya para Ksatria Suci” kata Soni kepada Dark Chio.
“Matilah kau, Dark Chio!” teriak Soni.
“Sial!” kata Dark Chio yang sudah putus asa.
“Tinju Penusuk Iblis!” Soni mengeluarkan Jurusnya dari tangannya.
(Dark Chio di tinju dan langsung tergeletak di atas tanah)
“pemenangnya, Soni!” teriak Panitia yang Botak.

Di tempat istirahat...
“sepertinya  pertarungan mu dengan Iqbal akan seru” kata Soni kepada Wilson.
“ belum tentu” ucap Wilson dengan serius.
“pertandingan akan dimulai ½ menit lagi” kata Panitia yang Botak memberi tahu.
Di  arena pertarungan...
“Kau akan kalah” kata Iqbal yang bermaksud menurunkan semangat Wilson.
“banyak BacoT!” ucap Wilson sambil berlari kearah Iqbal dengan Pistolnya.
“Dor!” suara pistol Willson yang mengarah ke Iqbal.
“hanya segitu saja?” ejek Iqbal dengan bangga karena bisa menghindar dari peluru yang keluar dari Pistol Willson.
“tentu saja tidak” jawab Wilson dengan kedua tangan yang saling menggenggam.
“Jurus tanah ‘Guci Tanah Sang Pelahap Api’” Willson mengeluarkan jurusnya.
(beberapa Guci muncul dari bawah tanah dan mengelilingi Iqbal)
(dan Guci-guci tersebut mengeluarkan api dari lubangnya)
“WuuuAAAh! Panas!” teriak Iqbal yang sedang kepanasan karena tubuhnya terbakar oleh Api.
(Iqbal terjatuh dan kalah)
“Willson menang!” teriak Panitia yang berambut tipis mengumumkan.
Setelah Willson keluar dari arena...
“tidak lama, kan?” ucap Willson dengan bangga kepada Soni.
Di ruang istirahat Tim Seven Light...
“berhati-hati lah” ucap Irfan menasihatkan Tia.
“ya, aku tahu” kata Tia tanpa ada rasa cemas.
“Pertandingan akan segera di mulai” Panitia yang Botak memberi tahu.
Di arena pertarungan...
(Tia menyiapkan Pistolnya ke arah Chairunnisa)
“Pistol tidak akan bisa melukai ku” ucap Chairunisa.
“!” wajah Tia ketakutan karena melihat sesuatu.
 Tidak  lama kemudian...
“pemenangnya Chairunnisa!” teriak Panitia yang Botak.
(Tia tidak ada di dalam Arena)
“ di mana?” tanya Firza dalam hatinya.
Di ruang istirahat...
“Warni, selanjutnya dirimu” Hulqi memberi tahu.
“hm...” Firza duduk seperti memikirkan sesuatu.
“Za, ada apa?” tanya Irfan kepadaFirza.
“Aneh, kenapa Tia tidak keluar-keluar?”tanya Firza kepada teman se-Tim nya.
“Ntahlah, aku juga bingung” kata Irfan sambil membuka Botol Air minum.
(Irfan minum)
“Pertandingan akan dimulai” kata Panitia yang berambut tipis.
Di arena pertarungan...
“Mulai!” ucap Panitia yang Botak.
“Aroma Bunga Raflesia”kata Warni sambil melibaskan tali berupa cambuk (asal Bau Raflesia)
“dia tidak ke Bau-an” ucap Warni dalam hatinya.
(Yuni muncul di depan Warni dengan cepat)
“ Mati kau!” bisik yuni kepada Warni sambil menusukkan berupa Suntik-an ke Warni.
“Warni kalah, Yuni lah pemenangnya!”teriak Panitia yang berambut tipis.
Tidak lama kemudian, pertandingan Ira dengan Meliza dimulai dan di menangkan oleh Meliza...
Di arena pertarungan...
“Mulai!”
“Bazooka!” teriak Hulqi sambil menembakkan Bazooka nya ke arah Wahyu.
(Wahyu membelah Peluru Bazooka Hulqi dengan Pedang nya yang besar)
“ dia membelahnya?” tanya Hulqi kepada dirinya sendiri.
“sekarang aku yang akan membelah mu” ucap Wahyu berlari dengan Pedangnya.
(Tubuh Hulqi terkena goresan besar dan mengeluarkan darah yang banyak)
“Sa..kit” ucap Hulqi sambil memegang perutnya yang terluka.
“pemenangnya Wahyu!”
“Pertandingan selanjutnya akan segera di mulai besok karena hari ini sudah malam sekali” kata Panitia yang Botak memberi tahu.
Di jalan. Firza dan Irfan berjalan ke arah penginapan...
“besok aku tidak menonton, ya? Soalnya aku mau menjenguk Warni dan Hulqi” kata Firza yang sedang memegang Botol Air Minum.
“ya, aku tidak marah kau tidak melihatku bertarung” jawab Irfan.
Setelah sampai ditempat penginapan...
“Fan, mandinya cepat ya” kata Firza kepada Irfan yang sedang berada di dalam kamar mandi.
“ya 3x” ucap Irfan.
Setelah Irfan siap mandi, Firza pun langsung masuk ke dalam kamar mandi...
“Fan, setelah Seleksi ini selesai, cari Tia yuk?” kata Firza sambil menyiram badannya dengan air.
“Ok!” kata Irfan yang sedang menonton Bola Kaki di TV.
(Firza keluar dari kamar mandi dan langsung berpakaian)
(Firza membuka pintu)
“ mau kemana kau?” tanya Irfan.
“cari udara segar di luar” jawab Firza.
Di atas gedung penginapan, Firza duduk di sebuah Batu seperti memikirkan sesuatu...
“dimana kau, Tia?” tanya Firza sambil melihat langit.

Bersambung

Tidak ada komentar: