Rabu, 14 November 2012

Eps.1 Wanita Misterius


Selamat datang di 8 Organitation, di sini adalah cerita tentang Negara Indonesia yang kelompok muda tidak terima dipimpin lagi oleh para kelompok tua/ jauh lebih dewasa dari mereka. Saat para pejabat sudah memundurkan diri. Setelah mereka berhasil memundurkan para pejabat, mereka bingung siapa yang harus menjadi pemimpin. Lalu mereka pun terpecah belah, dan terbentuklah berbagai Organisasi. Hal tersebut pun juga terjadi di berbagai Negara. Di tengah tengah kejadian itu, tinggalah seorang remaja yang bernama Firza. Dia tinggal dengan bahagia, namun dia ingin menjadi anggota Supa 8-1. Terbentuklah Seven Light yaitu Firza, Irfan, Hulqi, Tia, dan Warni. Saat mereka membentuk tim itu, Supa 8-1 sedang mencari beberapa anggota baru, mereka pun mengikuti seleksi itu.. bagaimana kah kisah mereka lebih lanjut? Read it!
Wanita Misterius
Di Ruang Tim Seven Light..
“tempat ini sungguh indah” Firza terkesan melihat kamar istirahat temannya yang begitu indah.
“sebentar lagi ada seleksi kita yang pertama, lebih baik kita mengistirahatkan diri” Irfan terbaring di tempat tidur semakin lelahnya.
“betul juga ya” Firza duduk santai di sofa yang empuk dan nyaman.
“aku mau mempersiapkan senjata ku dulu” Hulqi membuka tasnya dan mencari sesuatu.
Di ruang Tim Seven Light yang putrinya..
“Huuh.. apa kita bisa masuk ke Supa 8-1 ya?” Tia merasa tidak yakin.
“jika berpikir bisa maka kau akan bisa” ucap Warni yang membawakannya segelas teh hangat.
Di Ruang Tim Seven Light putra, Firza pergi keluar untuk mencari udara segar..
“hm.. tempat ini indah, tapi kenapa aku merasa bosan saat disini?” Firza terus menelusuri Apartemen hingga sampai ke taman.
“lebih baik aku istirahat disini” Firza duduk di rerumputan yang sangat hijau segar.
“Hm!” suara yang tidak jelas terdengar oleh Firza.
“suara apa itu?” Firza melihat sekeliling.
“..!” Firza mulai ketakutan dan berlari kembali ke kamar Tim nya.
Di Ruang Tim Seven Light..
“ada hantu..” Firza masuk dan langsung menutup pintu dengan cepat.
“hantu? Ada ada saja kau, disini tidak ada hantu” Hulqi hanya bisa tersenyum menahan tawanya saat Firza berkeringat karena ketakutan.
perhatian! Kepada seluruh anggota seleksi harap mendatangi ruangan yang ada di belakang apatemen, seleksi akan dimulai sebentar lagi” ucap seorang panitia dari ‘Toak’ nya.
“ayo kita kesana” Irfan langsung keluar.
“? Iya” Firza dan Hulqi keluar dan mengunci pintu dari luar.
Di belakang Apartemen..
“dimana Tia dan Warni ya?” Firza melihat-lihat untuk mencari Warni dan Tia.
“hey!” Warni mengejutkan Firza dan Irfan yang dibelakang Warni ada Tia.
“kalian rupanya, kalian dari mana saja?” Tanya Firza.
“kami sedang mencari kalian dan ternyata kalian ada disini..” jawab Warni.
“Helo!! Kita akan memulai seleksi ini sekarang juga. Tetapi sebelum itu saya akan memberi tahu kalian peraturannya” kata seorang lelaki yang memakai jas hitam.
“peraturannya adalah kalian satu tim akan melawan sebuah Robot yang tangguh, jika ada teman kalian yang gugur maka dia gagal melenjutkan diri ke seleksi terakhir” sambung lelaki itu lagi.
Tak lama kemudian, Tim Seven Light memasuki ruangan yang sudah ditunggu oleh Robot berwarna biru dan juga besar dengan lengan berwarna putih..
“itu Robotnya..?” Irfan memastikan dan tiba-tiba Robot tersebut mengarahkan corong tembakannya  ke arah mereka.
“awas!!” Firza melompat sambil saat menolak Tia agar tidak terkena serangan.
“hampir saja..” Hulqi mengarahkan Bazookanya kearah Robot itu dari atas dan menembaknya (kena!).
“kena!” kata Hulqi saat sudah turun.
“hm..!” Hulqi heran melihat Robot itu masih bisa bergerak walaupun sudah ada kelecetan sedikit.
“dia akan menembak!” teriak Irfan ke Hulqi yang masih terbengung memikirkan hal tadi.
“BuUSh!” sebuah meriam mengarah ke Hulqi dan..
“ShielderBlue!” Firza melindungi Hulqi dengan lingkaran air yang menempel ditangan Firza.
“hampir saja aku mati..” Hulqi pun melompat jauh kebelakang Firza.
“lawannya adalah aku! Irfan, bawa mereka berlindung ke tempat yang aman” kata Firza.
“terserah kau saja” kata Irfan walaupun menuruti perkataan Firza.
“Hulqi, jika kau merasa jantan? Kau harus membantu ku” kata Firza yang masih sempat bercanda.
“baiklah!” kata Hulqi yang tersenyum melihat kelakuan Firza.
“Warni, cari titik kelemahan Robot itu” kata Irfan ke Warni.
“baik!” Warni langsung beraksi.
“apa kelemahannya?” Tanya Firza sambil mengganggu robot itu.
“ada! Mungkin bola biru yang ada di perutnya” jawab Warni dengan pasti.
“Irfan!” panggil Firza yang bermaksud meminta bantuan Irfan.
“RudalSkuad!” Irfan terus memukul wajah Robot itu dengan tangan karetnya.
“Stop!” Firza memberi tanda dan melompat serendah perut robot itu dan menyerang robot itu dengan tinju airnya.
“BruAk!” perut robot itu yang terbuat dari kaca hancur beserta bola biru yang dituju Firza.
“Hulqi, hancurkan robot ini!” Firza langsung meninggalkan robot itu secepat mungkin begitu juga Irfan tetapi Irfan agak terlambat lari.
“BuaR!!” Hulqi menembak robot itu dengan Bazookanya hingga hancur.
“tidak mungkin.. aku selamat” Irfan merasa heran saat dirinya selamat.
“!!” Irfan sadar bahwa Tia yang telah menyelamatkan dirinya dengan jurus Tia.
“Tia! Terima kasih!” Irfan memberikan jempol kanannya ke arah Tia dan Tia pun tersenyum.
“Tim SevenLight berhasil menuntaskan tugasnya!” teriak lelaki itu lagi.
Saat seleksi selesai, mereka langsung pergi istirahat..
“hey! Katanya ada seorang perempuan yang berhasil menhacurkan robot itu sendirian sedangkan teman-temannya hilang entah kemana” Hulqi memberi informasi.
“apa! Hebat sekali dia..” Firza merasa heran namun kagum saat mendengar perkataan Hulqi.
“kekuatannya masih belum di ketahui” sambung Hulqi lagi yang ternyata belum selesai bicara.
“begitu ya?” Firza langsung kembali tergolek di sofa.
Saat sudah tengah malam..
“Fir, mau kemana kau?” Tanya Hulqi yang belum tidur dan masih menonton TV.
“mencari udara malam yang segar” jawab Firza sambil memakai Jacket kulit berwarna Cokelat.
“ikut!” Hulqi pun keluar dengan Firza.
“kemana kita?” Tanya Hulqi lagi saat mereka berjalan ke sebuah tempat.
“ke taman.. aku masih merasa heran dengan suara aneh semalam” jawab Firza.
“Oo..” Hulqi hanya terus mengikuti Firza.
“TeP!” suara langkah kaki yang ada di belakan mereka saat di depan pintu menuju taman.
“suara apa itu?” Tanya Hulqi yang merasa takut.
“ntah! Suara nya ada disekitar kita tadi” Firza tidak berani melihat ke belakang.
“lihat! Ada wanita yang duduk di bangku itu” tunjuk Hulqi yang memberanikan diri.
“hantu!!” Firza berlari meninggalkan Hulqi.
“HeyY!! Tunggu aku!” Hulqi sudah tidak bisa lari lagi lalu semua orang keluar dari  ruangan.
“hm..? hai..” Hulqi hanya bisa melihat semua orang yang juga melihatnya.
Di ruangTim Seven Light..
“hantu..” kata Firza saat masuk ke dalam ruangan dan Irfan heran melihat nya.
“lagi lagi hantu. Apa kalian ini sudah gila? Disini tidak ada hantu” kata Irfan dengan nada tinggi.
“hantu..” Hulqi akhirnya masuk ke ruangan.
“pusing aku!” Irfan menggaruk kepalanya dan langsung masuk ke dapur.
“ErH..!” Hulqi dan Firza langsung menidurkan diri mereka di tempat tidur mereka masing masing.
Ke esokan paginya, Irfan, Firza dan Hulqi sedang sarapan..
“aku ingin membahas tentang hantu yang kalian bilang tadi malam, dimana kalian melihat nya?” kata Irfan sambil menyuap makanannya.
“di bangku taman, dia memakai baju merah dengan pita berwarna putih. Dia menggunakan lengan baju yang panjang” jelas Firza dengan makanannya yang belum sedikit pun disentuh olehnya.
“aku pikir itu hantu” ucap Hulqi yang melahap sarapannya dengan cepat.
“Oo.., kalian yakin itu hantu?” Irfan berusaha memastikan.
“kami yakin!” jawab Firza.
“BeB!!” suara pintu depan mereka tertutup saat Tia dan Warni masuk dengan wajah yang ketakutan.
“kalian kenapa?” Tanya Irfan dengan wajah bingung.
“ada hantu di ujung lantai apartemen ini” jawab Warni.
“sudah kubilang! Disini ada hantu”  bentak Hulqi yang mulai ketakutan.
“diam! Disini tidak ada hantu, kita harus fokus terhadap seleksi kita. Ingat itu!” ucap Irfan dengan tegas.
“baik!” semuanya mengerti.
pengumuman! Besok pagi, jam 06:00. Kalian harus berada di dekat Tower yang ada di tengah kota” ucap seseorang dari toaknya.
“besok ya? Aku harap kita bisa menyelsaikannya dengan sempurna” kata Firza yang tidak memikirkan tentang hantu lagi.

Bersambung

Tidak ada komentar: