Selamat datang di 8 Organitation, di sini adalah cerita
tentang Negara Indonesia yang kelompok muda tidak terima dipimpin lagi oleh
para kelompok tua/ jauh lebih dewasa dari mereka. Saat para pejabat sudah
memundurkan diri. Setelah mereka berhasil memundurkan para pejabat, mereka
bingung siapa yang harus menjadi pemimpin. Lalu mereka pun terpecah belah, dan
terbentuklah berbagai Organisasi. Hal tersebut pun juga terjadi di berbagai
Negara. Di tengah tengah kejadian itu, tinggalah seorang remaja yang bernama
Firza. Dia tinggal dengan bahagia, namun dia ingin menjadi anggota Supa 8-1.
Terbentuklah Seven Light yaitu Firza, Irfan, Hulqi, Tia, dan Warni. Saat mereka
membentuk tim itu, Supa 8-1 sedang mencari beberapa anggota baru, mereka pun
mengikuti seleksi itu.. bagaimana kah kisah mereka lebih lanjut? Read it!
Wanita Misterius
Di Ruang Tim Seven
Light..
“tempat ini sungguh indah” Firza terkesan melihat kamar
istirahat temannya yang begitu indah.
“sebentar lagi ada seleksi kita yang pertama, lebih baik kita
mengistirahatkan diri” Irfan terbaring di tempat tidur semakin lelahnya.
“betul juga ya” Firza duduk santai di sofa yang empuk dan
nyaman.
“aku mau mempersiapkan senjata ku dulu” Hulqi membuka tasnya
dan mencari sesuatu.
Di ruang Tim Seven
Light yang putrinya..
“Huuh.. apa kita bisa masuk ke Supa 8-1 ya?” Tia merasa
tidak yakin.
“jika berpikir bisa maka kau akan bisa” ucap Warni yang
membawakannya segelas teh hangat.
Di Ruang Tim Seven
Light putra, Firza pergi keluar untuk mencari udara segar..
“hm.. tempat ini indah, tapi kenapa aku merasa bosan saat
disini?” Firza terus menelusuri Apartemen hingga sampai ke taman.
“lebih baik aku istirahat disini” Firza duduk di rerumputan
yang sangat hijau segar.
“Hm!” suara yang tidak jelas terdengar oleh Firza.
“suara apa itu?” Firza melihat sekeliling.
“..!” Firza mulai ketakutan dan berlari kembali ke kamar Tim
nya.
Di Ruang Tim Seven
Light..
“ada hantu..” Firza masuk dan langsung menutup pintu dengan
cepat.
“hantu? Ada ada saja kau, disini tidak ada hantu” Hulqi hanya
bisa tersenyum menahan tawanya saat Firza berkeringat karena ketakutan.
“perhatian! Kepada
seluruh anggota seleksi harap mendatangi ruangan yang ada di belakang apatemen,
seleksi akan dimulai sebentar lagi” ucap seorang panitia dari ‘Toak’ nya.
“ayo kita kesana” Irfan langsung keluar.
“? Iya” Firza dan Hulqi keluar dan mengunci pintu dari luar.
Di belakang
Apartemen..
“dimana Tia dan Warni ya?” Firza melihat-lihat untuk mencari
Warni dan Tia.
“hey!” Warni mengejutkan Firza dan Irfan yang dibelakang Warni
ada Tia.
“kalian rupanya, kalian dari mana saja?” Tanya Firza.
“kami sedang mencari kalian dan ternyata kalian ada
disini..” jawab Warni.
“Helo!! Kita akan memulai seleksi ini sekarang juga. Tetapi
sebelum itu saya akan memberi tahu kalian peraturannya” kata seorang lelaki
yang memakai jas hitam.
“peraturannya adalah kalian satu tim akan melawan sebuah
Robot yang tangguh, jika ada teman kalian yang gugur maka dia gagal melenjutkan
diri ke seleksi terakhir” sambung lelaki itu lagi.
Tak lama kemudian, Tim
Seven Light memasuki ruangan yang sudah ditunggu oleh Robot berwarna biru dan
juga besar dengan lengan berwarna putih..
“itu Robotnya..?” Irfan memastikan dan tiba-tiba Robot
tersebut mengarahkan corong tembakannya
ke arah mereka.
“awas!!” Firza melompat sambil saat menolak Tia agar tidak
terkena serangan.
“hampir saja..” Hulqi mengarahkan Bazookanya kearah Robot
itu dari atas dan menembaknya (kena!).
“kena!” kata Hulqi saat sudah turun.
“hm..!” Hulqi heran melihat Robot itu masih bisa bergerak
walaupun sudah ada kelecetan sedikit.
“dia akan menembak!” teriak Irfan ke Hulqi yang masih
terbengung memikirkan hal tadi.
“BuUSh!” sebuah meriam mengarah ke Hulqi dan..
“ShielderBlue!” Firza melindungi Hulqi dengan lingkaran air
yang menempel ditangan Firza.
“hampir saja aku mati..” Hulqi pun melompat jauh kebelakang
Firza.
“lawannya adalah aku! Irfan, bawa mereka berlindung ke
tempat yang aman” kata Firza.
“terserah kau saja” kata Irfan walaupun menuruti perkataan
Firza.
“Hulqi, jika kau merasa jantan? Kau harus membantu ku” kata
Firza yang masih sempat bercanda.
“baiklah!” kata Hulqi yang tersenyum melihat kelakuan Firza.
“Warni, cari titik kelemahan Robot itu” kata Irfan ke Warni.
“baik!” Warni langsung beraksi.
“apa kelemahannya?” Tanya Firza sambil mengganggu robot itu.
“ada! Mungkin bola biru yang ada di perutnya” jawab Warni
dengan pasti.
“Irfan!” panggil Firza yang bermaksud meminta bantuan Irfan.
“RudalSkuad!” Irfan terus memukul wajah Robot itu dengan
tangan karetnya.
“Stop!” Firza memberi tanda dan melompat serendah perut
robot itu dan menyerang robot itu dengan tinju airnya.
“BruAk!” perut robot itu yang terbuat dari kaca hancur
beserta bola biru yang dituju Firza.
“Hulqi, hancurkan robot ini!” Firza langsung meninggalkan
robot itu secepat mungkin begitu juga Irfan tetapi Irfan agak terlambat lari.
“BuaR!!” Hulqi menembak robot itu dengan Bazookanya hingga
hancur.
“tidak mungkin.. aku selamat” Irfan merasa heran saat
dirinya selamat.
“!!” Irfan sadar bahwa Tia yang telah menyelamatkan dirinya
dengan jurus Tia.
“Tia! Terima kasih!” Irfan memberikan jempol kanannya ke
arah Tia dan Tia pun tersenyum.
“Tim SevenLight berhasil menuntaskan tugasnya!” teriak
lelaki itu lagi.
Saat seleksi selesai,
mereka langsung pergi istirahat..
“hey! Katanya ada seorang perempuan yang berhasil
menhacurkan robot itu sendirian sedangkan teman-temannya hilang entah kemana”
Hulqi memberi informasi.
“apa! Hebat sekali dia..” Firza merasa heran namun kagum
saat mendengar perkataan Hulqi.
“kekuatannya masih belum di ketahui” sambung Hulqi lagi yang
ternyata belum selesai bicara.
“begitu ya?” Firza langsung kembali tergolek di sofa.
Saat sudah tengah
malam..
“Fir, mau kemana kau?” Tanya Hulqi yang belum tidur dan
masih menonton TV.
“mencari udara malam yang segar” jawab Firza sambil memakai
Jacket kulit berwarna Cokelat.
“ikut!” Hulqi pun keluar dengan Firza.
“kemana kita?” Tanya Hulqi lagi saat mereka berjalan ke
sebuah tempat.
“ke taman.. aku masih merasa heran dengan suara aneh
semalam” jawab Firza.
“Oo..” Hulqi hanya terus mengikuti Firza.
“TeP!” suara langkah kaki yang ada di belakan mereka saat di
depan pintu menuju taman.
“suara apa itu?” Tanya Hulqi yang merasa takut.
“ntah! Suara nya ada disekitar kita tadi” Firza tidak berani
melihat ke belakang.
“lihat! Ada wanita yang duduk di bangku itu” tunjuk Hulqi
yang memberanikan diri.
“hantu!!” Firza berlari meninggalkan Hulqi.
“HeyY!! Tunggu aku!” Hulqi sudah tidak bisa lari lagi lalu
semua orang keluar dari ruangan.
“hm..? hai..” Hulqi hanya bisa melihat semua orang yang juga
melihatnya.
Di ruangTim Seven
Light..
“hantu..” kata Firza saat masuk ke dalam ruangan dan Irfan
heran melihat nya.
“lagi lagi hantu. Apa kalian ini sudah gila? Disini tidak
ada hantu” kata Irfan dengan nada tinggi.
“hantu..” Hulqi akhirnya masuk ke ruangan.
“pusing aku!” Irfan menggaruk kepalanya dan langsung masuk
ke dapur.
“ErH..!” Hulqi dan Firza langsung menidurkan diri mereka di
tempat tidur mereka masing masing.
Ke esokan paginya,
Irfan, Firza dan Hulqi sedang sarapan..
“aku ingin membahas tentang hantu yang kalian bilang tadi
malam, dimana kalian melihat nya?” kata Irfan sambil menyuap makanannya.
“di bangku taman, dia memakai baju merah dengan pita
berwarna putih. Dia menggunakan lengan baju yang panjang” jelas Firza dengan
makanannya yang belum sedikit pun disentuh olehnya.
“aku pikir itu hantu” ucap Hulqi yang melahap sarapannya
dengan cepat.
“Oo.., kalian yakin itu hantu?” Irfan berusaha memastikan.
“kami yakin!” jawab Firza.
“BeB!!” suara pintu depan mereka tertutup saat Tia dan Warni
masuk dengan wajah yang ketakutan.
“kalian kenapa?” Tanya Irfan dengan wajah bingung.
“ada hantu di ujung lantai apartemen ini” jawab Warni.
“sudah kubilang! Disini ada hantu” bentak Hulqi yang mulai ketakutan.
“diam! Disini tidak ada hantu, kita harus fokus terhadap
seleksi kita. Ingat itu!” ucap Irfan dengan tegas.
“baik!” semuanya mengerti.
“pengumuman! Besok
pagi, jam 06:00. Kalian harus berada di dekat Tower yang ada di tengah kota”
ucap seseorang dari toaknya.
“besok ya? Aku harap kita bisa menyelsaikannya dengan
sempurna” kata Firza yang tidak memikirkan tentang hantu lagi.
Bersambung


Tidak ada komentar:
Posting Komentar